Navigation
 Portal
 Indeks
 Anggota
 Profil
 FAQ
 Pencarian
Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Latest topics
» Seal Online Private Entertainment Seal
Thu Sep 01, 2011 4:36 am by maulsays

» STRONG DRAGON SEAL
Sat Jul 09, 2011 8:49 am by maulsays

» HACK your gamecenter...
Fri Mar 13, 2009 9:54 am by ongky

» SEAL ONLINE HERE
Fri Mar 06, 2009 10:59 pm by mahar

» buat para bassist ^^
Fri Mar 06, 2009 6:56 pm by ongky

» KENTUT itu punya ARTI unsur2 apa gitu lah...
Fri Mar 06, 2009 6:54 pm by ongky

» ulang tahun
Fri Mar 06, 2009 6:52 pm by ongky

» intermezo...[lucu gak?]
Fri Mar 06, 2009 6:51 pm by ongky

» Musik ihoy... disini tampatnya share tentang musik...
Wed Mar 04, 2009 11:03 pm by BalunK

User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada

[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 23 pada Wed Jun 26, 2013 10:19 pm
RSS feeds


Yahoo! 
MSN 
AOL 
Netvibes 
Bloglines 


Social bookmarking

Social bookmarking digg  Social bookmarking delicious  Social bookmarking reddit  Social bookmarking stumbleupon  Social bookmarking slashdot  Social bookmarking yahoo  Social bookmarking google  Social bookmarking blogmarks  Social bookmarking live      

Bookmark and share the address of VGA on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of VGA on your social bookmarking website


Apa si bilangan binner itu

VGA :: Corner :: Education

Go down

Apa si bilangan binner itu

Post by mahar on Thu Feb 05, 2009 7:40 pm

banyak bilang bla bla bla tentang binner ... ayo kita mengenal dulu apa si sebenernya yang di sebut bilangan binner itu

binner, byte dan bit dalam digital

Kalau kita melihat pameran komputer atau pameran alat-alat digital lainnya, pasti banyak dijumpai istilah-istilah yang membuat penasaran. Apalagi bagi yang ingin tahu performa atau kemampuan alat yang akan dibeli. Yuk, kita pelajari!


Ada komputer dengan RAM (Random Access Memory) DDR/SDR berkapasitas 256 MB (Mega Byte), ada HDD (Hard Disk Drive) ukuran 40 GB (Giga Byte), juga modem dengan kecepatan 56 kbps (kilo bit per second). Masih ada lagi, kamera foto digital dengan 8 MB built in memory. Dan, kalau lihat iklan, ada handphone yang mampu menghasilkan 4.096 warna.

Nah, berbeda dengan Giga, Mega, dan Kilo yang sudah umum digunakan dalam banyak satuan, byte dan bit hanya dipahami oleh orang yang tahu dunia digital. Istilah bit dan byte muncul pada bilangan dasar/radix dua. Bilangan dasar 2 yang populer dengan nama bilangan biner (binary) ini digunakan dalam dunia digital karena dapat mewakili sistem digital yang hanya mengenal 2 level/kondisi (hidup atau mati).

Bilangan biner

Jika bilangan desimal (radix/dasar 10) mempunyai simbol 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9, bilangan dasar 2 atau biner hanya mempunyai dua simbol, yaitu 0 dan 1. Dalam sistem digital, bilangan 0 digunakan untuk mewakili kondisi off/non-aktif, sedangkan bilangan 1 digunakan untuk mewakili kondisi on/aktif.

Pertanyaannya: "Dengan hanya dua simbol bilangan itu, bagaimana cara menuliskan angka-angka yang nilainya lebih besar dari satu, misalnya, dua, sembilan, lima belas, dua puluh, atau lainnya?"

Untuk bilangan desimal, nilai nol hingga sembilan ditulis dalam satu digit simbol bilangan (yaitu 0,1,2,3,4,5,6,7,8, atau 9 saja). Nilai-nilai yang lebih besar dari sembilan ditulis dengan kombinasi 2 digit simbol atau lebih. Kombinasi itu ditulis dengan memperhatikan bobot tempat.

Bobot tempat untuk bilangan desimal adalah : … 10 pangkat 5, 10 pangkat 4, 10 pangkat 3, 10 pangkat 2, 10 pangkat 1, 10 pangkat 0.… Dengan pangkat itu, urutan nilai yang dihasilkan adalah … 100.000, 10.000, 1.000, 100, 10, 1…. Kemudian, kita dapat mengisi maksimal nilai sembilan untuk tiap tempat berbobot. Dalam pelajaran di sekolah dasar, penggambaran bobot tempat ini dibuat dalam bentuk "tusuk sate" yang tersusun sejajar di papan.

Dengan bobot tempat semacam itu, satu biji "sate" yang diletakkan pada tiang atau tempat satuan (10 pangkat 0) akan bernilai satu dan disimbolkan dengan 1. Sementara satu biji "sate" yang diletakkan pada tiang atau tempat ratusan (10 pangkat 2) akan bernilai seratus dan disimbolkan dengan 100. Jadi, nilai delapan belas diperoleh dengan meletakkan satu biji "sate" di tiang puluhan dan delapan biji "sate" di tiang satuan. Nilai seratus delapan puluh diperoleh dengan meletakkan satu biji "sate" di tiang ratusan dan delapan biji "sate" di tiang puluhan. Pokoknya, nilai bilangan bergantung pada jumlah biji "sate" dan tempat peletakannya.

Cara serupa juga dilakukan untuk bilangan biner. Bobot tempat untuk bilangan biner adalah … 25, 24, 23, 22, 21, 20…. Dengan pangkatnya, urutan nilainya dapat ditulis dengan … 32, 16, 8, 4, 2, 1…. Ternyata bilangan biner tidak mengenal puluhan, ratusan, ribuan, dst, tetapi dua-an, empat-an, delapan-an, dst. Jika tiap tempat berbobot dalam bilangan desimal dapat diisi maksimal sembilan biji "sate", tiap tempat dalam bilangan biner hanya dapat diisi maksimum satu biji saja sehingga tiap tempat hanya punya dua kemungkinan, berisi satu atau tidak berisi.

Dengan format semacam itu, penyusunan di tiap tempat akan menghasilkan nilai-nilai tertentu. Peletakan satu biji pada tempat berbobot 32,8, dan 1 akan menghasilkan simbol bilangan biner 101001. Simbol itu mewakili nilai 32 + 8 + 1 = 41. Contoh lain, peletakan satu biji pada tempat berbobot 8, 4, 2, dan 1 akan menghasilkan simbol biner 1111, yang mewakili nilai 15. Cara praktis ini dapat kita gunakan untuk mengonversi simbol bilangan desimal ke biner dan atau sebaliknya.

Bit (BInary digiT) dan byte

Satuan bit (binary digit) digunakan untuk menunjukkan panjang bilangan biner. Bilangan biner 1001 mempunyai panjang 4 bit, bilangan biner 10110 mempunyai panjang 5 bit, sedangkan 10101101 mempunyai panjang 8 bit.

Byte adalah satuan yang menunjukkan deretan bilangan biner dengan panjang 8 bit. Atau gampangnya, 1 byte = 8 bit. Jadi, bilangan biner 20 byte mempunyai ukuran 20 x 8 bit = 160 bit. Sebenarnya, masih ada satu satuan lagi yang kurang populer. Satuan itu adalah nibble, yang menunjukkan deretan bilangan biner sepanjang 4 bit. Hubungan antara bit, nibble, dan byte adalah 1 byte = 2 nibble = 8 bit.

Kode-kode biner

Kode-kode biner digunakan untuk membawa informasi angka, huruf, karakter (", ;, spasi, $$, @, dan lain-lain), gambar, warna, atau apa saja. Kode-kode ini digunakan selama proses pengolahan, pengiriman, penerimaan, perekaman, dan pembacaan data. Tetapi, pada akhirnya kode ini akan diubah kembali menjadi informasi asal.

Kode biner terdiri dari banyak jenis. Salah satunya adalah jenis kode yang membawa informasi angka saja. Contoh kode ini adalah kode biner murni, seperti yang dijelaskan di atas.

Jenis lainnya adalah kode BCD (Binary Coded Decimal), yang banyak digunakan di rangkaian counter, speedometer, jam digital. Berbeda dengan kode biner murni, kode ini menempatkan 4 bit untuk tiap digit bilangan desimal. Jadi, kode BCD untuk angka 41 adalah 0100 0001. Empat bit di kiri mewakili digit 4 desimal, sedangkan empat bit di kanan mewakili digit 1 desimal. Untuk angka 15, kode BCD-nya adalah 0001 0101. Bandingkan dengan kode biner murni di atas.

Selain itu, ada kode alfanumerik yang digunakan untuk membawa informasi karakter: angka, huruf, dan tanda baca atau karakter lain. Kode alfanumerik yang populer adalah kode ASCII (American Standard Code for Information Interchange). Kode ASCII digunakan untuk komunikasi antara keyboard komputer dengan CPU (Central Processing Unit) dan komunikasi antarkomputer.

Pada awalnya, kode ASCII menyediakan 7 bit untuk mewakili 128 karakter angka, huruf, dan tanda baca lainnya. Setelah itu, ia dikembangkan lagi menjadi 8 bit sehingga dapat digunakan untuk mewakili 256 karakter. Tabel daftar karakter kode ASCII mudah dijumpai di buku-buku aplikasi komputer.

Contoh kode alfanumerik lainnya adalah EBCDIC (Extended Binary Coded Decimal Interchange Code). Kode yang digunakan dalam komputer-komputer produksi IBM ini mempunyai panjang 8 bit.

Selain itu, ada juga kode-kode yang digunakan untuk membawa informasi gambar, warna, atau untuk keperluan-keperluan lain. Yang saat ini banyak dikembangkan adalah kode-kode pendeteksi dan perbaikan kesalahan.

Kode pendeteksi dan perbaikan kesalahan dipakai untuk keperluan pengiriman atau perekaman data digital. Dengan mengaplikasikan kode ini, kesalahan pembacaan atau penerimaan data digital akibat gangguan selama proses pengiriman atau perekaman dapat dikurangi sehingga semaksimal mungkin dapat diperoleh data aslinya. Contoh kode pendeteksi dan perbaikan kesalahan adalah kode CRC, Reed Solomon (yang banyak diterapkan untuk komunikasi wireless), Turbo code (yang mempunyai kecepatan tinggi).

Jumlah kombinasi vs panjang bit

Semakin panjang bit dari kode akan menambah jumlah kombinasi yang dihasilkan oleh kode tersebut. Jumlah kombinasi yang dihasilkan oleh kode dengan panjang n bit adalah 2 pangkat n. Dengan demikian, kode biner dengan panjang 1 bit hanya akan menghasilkan dua kombinasi, yaitu 0 dan 1. Kode biner 2 bit menghasilkan 4 kombinasi, yaitu 00, 01, 10, dan 11, sedangkan kode biner 3 bit menghasilkan 8 kombinasi dengan urutan 000, 001, 010, 011, 100, 101, 110, 111.

Jadi, untuk mewakili seluruh karakter angka (0-9) dan abjad (a-z, A-Z) yang berjumlah 62 dibutuhkan kode dengan panjang 6 bit (yang menghasilkan 64 kombinasi). Kode 6 bit ini menyisakan 2 kombinasi yang tidak terpakai. Kode dengan panjang 5 bit tidak dapat dipakai karena hanya menghasilkan 32 kombinasi.

Untuk kode ASCII yang juga memasukkan banyak karakter tanda baca lain, panjang 6 bit itu jelas tidak cukup. Karena itu, ia menyediakan panjang 7 bit yang dapat menghasilkan 128 kombinasi kode. Pada pengiriman data serial antarkomputer, kode ASCII 7 bit ini ditambah 1 bit paritas, yang berfungsi sebagai deteksi kesalahan. Karena itu, pada komunikasi komputer, umumnya dikirim 8 bit = 1 byte data. Panjang 1 byte ini juga populer untuk kode-kode lainnya.

Kilo dan Mega dalam bilangan biner

Dalam bilangan biner, 1 kb (kilobit) tidak identik dengan 1.000 bit, melainkan 1.024 bit yang dihasilkan dari 2 pangkat 10. Angka 2 kb identik dengan 2.048 bit yang dihasilkan dari 2 pangkat 11, dan angka 4 kb identik dengan 4.096 bit yang dihasilkan dari 2 pangkat 12.

Jadi, handphone yang "katanya" mampu menghasilkan 4.096 warna kemungkinan besar mempunyai kode dengan panjang 12 bit untuk mendapatkan kombinasi warnanya. Sementara modem dengan kecepatan 56 kbps dapat mengirim data digital dengan kecepatan 56 x 1.024 = 57.344 bit tiap detiknya.

Untuk memory (RAM, ROM, CD, disket), satuan dasar yang biasa digunakan adalah byte karena lebar data yang biasa digunakan adalah 1 byte (8 bit). Jika penyimpanan data digambarkan dalam bentuk baris dan kolom, lebar kolom menunjukkan lebar data (biasanya kelipatan 8 bit), sedangkan jumlah baris menunjukkan banyaknya data.

Jumlah baris tergantung pada panjang bit kode penunjuk baris. Jika panjang kode penunjuk baris adalah 16 bit, ia dapat menyimpan 2 pangkat 16 = 65.536 baris data. Jadi, jika dalam bentuk baris dan kolom sebuah memori mempunyai 8 kolom dan 65.536 baris, ia disebut memiliki kapasitas sebesar 65.536 byte atau 64 kbyte. Nah, bisa dibayangkan, berapa banyak baris dan kolom yang disediakan untuk memori dengan kapasitas beberapa puluh Mega atau Giga byte

_________________
still learn about all

Spoiler:
Sorry if there is one that is wrong with I said, I only a newbie who want to learn about all

avatar
mahar
Admin
Admin

Jumlah posting : 234
Age : 30
Lokasi : pekalongan
Registration date : 26.01.09

Lihat profil user http://www.mahardhika.co.nr

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa si bilangan binner itu

Post by BalunK on Fri Feb 06, 2009 12:15 am

nice post... hahaha..


tapi memahaminya bingung... aku sih taunya X2 semuanya...

misal=
1
2
4
8
16
32
64
128
256
512
1.024

taunya sih gitu doank... begitulah seterusnya bilangan di komputer... akakkakaka...


cyclops

_________________
Vision Is The Art Of Seeing Things Invinsible


Janganlah pernah menyerah dengan apa yang anda hadapi...
karena itu semua adalah jalan hidup anda...



The 1 St Specialist.


avatar
BalunK
Super Moderator
Super Moderator

Jumlah posting : 252
Age : 26
Lokasi : V-Kalz
Registration date : 24.01.09

Lihat profil user http://balunkz.blogspot.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa si bilangan binner itu

Post by mahar on Sat Feb 14, 2009 2:43 pm

sip kembanging lagi , mana ne yang laen wkkwkw ...

_________________
still learn about all

Spoiler:
Sorry if there is one that is wrong with I said, I only a newbie who want to learn about all

avatar
mahar
Admin
Admin

Jumlah posting : 234
Age : 30
Lokasi : pekalongan
Registration date : 26.01.09

Lihat profil user http://www.mahardhika.co.nr

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa si bilangan binner itu

Post by BalunK on Wed Feb 18, 2009 2:09 am

hmmm... mbaca bilangan biner itu aku tau sih dikit

1 = 1
11 = 2
101 =3

selanjutnya... saia kurang tau... hiks hiks...

_________________
Vision Is The Art Of Seeing Things Invinsible


Janganlah pernah menyerah dengan apa yang anda hadapi...
karena itu semua adalah jalan hidup anda...



The 1 St Specialist.


avatar
BalunK
Super Moderator
Super Moderator

Jumlah posting : 252
Age : 26
Lokasi : V-Kalz
Registration date : 24.01.09

Lihat profil user http://balunkz.blogspot.com

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa si bilangan binner itu

Post by ongky on Fri Feb 20, 2009 4:02 pm

1001=4 bit , 101001101=8 bit...???

kok nggak 10011001 atau 2 kali dari yang 4 bit...??

huaaaaaaaaaaa mumet
confused confused confused

_________________
cring cring cring cring cring cring cring cring
avatar
ongky
Moderator
Moderator

Jumlah posting : 119
Age : 25
Lokasi : behind you..
Registration date : 26.01.09

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Re: Apa si bilangan binner itu

Post by Sponsored content


Sponsored content


Kembali Ke Atas Go down

Kembali Ke Atas


VGA :: Corner :: Education

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik